VivaCoid engagement report
@VIVAcoid - 4.4M followers on X
Measured over 284 original posts from a 30-day window, last computed on August 31, 2026.
Engagement
A typical post picks up 10 interactions against 4.4M followers, an engagement rate of 0%. Measured over 284 original posts, its engagement rate beats 6% of 3,829 tracked accounts of a similar size. That is a reason to look at how the audience behaves - reply depth, saves, whether the followers are recent - rather than a conclusion about it on its own. Posts are seen about 5.0K times each, and 0.209% of those impressions turn into an interaction. That is about 0.115% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 9.5 posts a day over the last 30 days, with activity on roughly 57% of days. Most posts go out around 08:00 UTC, and Monday is the busiest day of the week. Of the 284 posts sampled, 100% carry an image or video and 84% link out. The account's strongest tracked post pulled 446 interactions, about 45x its own typical post. Recurring topics include #bacaberitadiviva, #vivaflash, #vivanews_viral.
Measured over 284 original posts from a 30-day window, last computed on August 31, 2026. Recurring tags: #bacaberitadiviva, #vivaflash, #vivanews_viral.
Compared with accounts its own size
VivaCoid's engagement rate beats 6% of the tracked X accounts closest to it in follower count (3,829 accounts, accounts of similar size (decile 10 of 10)). A percentile is spread evenly by construction, so 50 really is the middle of that group and 90 really is its top tenth.
On engagement per impression rather than per follower it beats 20% of the same group. When those two numbers disagree, the gap is about how far its posts travel rather than how people react to them.
Where this sits in the catalog
At under 0.001%, VivaCoid sits below the 10th percentile of the 37,071 accounts in this comparison. That places it in the bottom 25% band, which runs below 0.012%.
Show the percentile table
| Percentile | Engagement rate |
|---|---|
| 10th percentile | 0.002% |
| 25th percentile | 0.012% |
| 50th percentile | 0.08% |
| 75th percentile | 0.435% |
| 90th percentile | 2.10% |
| 99th percentile | 158.3% |
This ruler is the whole measured catalog, not a size-matched group: it shows where the raw rate falls across every account we can measure, all of which are large. For a like-for-like comparison, read the size-band percentile above instead. See how the bands are built
Posting timing
This account posts most often around 08:00 UTC, and Monday is its busiest day of the week. The bars below are the catalog-wide pattern, with this account's own busiest slot marked. They do not show how this account performs at each hour: we keep one aggregate per account, not one per hour, so that measurement does not exist in our data.
Show engagement by hour posted, utc as a table
| Hour (UTC) | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| 00:00 UTC | -1% | 51K |
| 01:00 UTC | -2% | 52K |
| 02:00 UTC | -3% | 51K |
| 03:00 UTC | -4% | 54K |
| 04:00 UTC | -6% | 44K |
| 05:00 UTC | -4% | 42K |
| 06:00 UTC | -4% | 49K |
| 07:00 UTC | -5% | 53K |
| 08:00 UTC | -4% | 61K |
| 09:00 UTC | -3% | 71K |
| 10:00 UTC | -2% | 73K |
| 11:00 UTC | -3% | 80K |
| 12:00 UTC | -2% | 88K |
| 13:00 UTC | -2% | 96K |
| 14:00 UTC | -4% | 99K |
| 15:00 UTC | -2% | 103K |
| 16:00 UTC | -3% | 100K |
| 17:00 UTC | -2% | 92K |
| 18:00 UTC | -1% | 86K |
| 19:00 UTC | -2% | 81K |
| 20:00 UTC | -1% | 75K |
| 21:00 UTC | -1% | 67K |
| 22:00 UTC | -1% | 58K |
| 23:00 UTC | -1% | 52K |
Show engagement by day of week as a table
| Day | Vs author median | Posts |
|---|---|---|
| Sunday | +5% | 234K |
| Monday | 0% | 294K |
| Tuesday | -3% | 288K |
| Wednesday | -1% | 253K |
| Thursday | -2% | 247K |
| Friday | -3% | 256K |
| Saturday | +3% | 230K |
Best tweets
- Aug 30, 202645x their median
Seorang suporter Persija Jakarta mengeluhkan kemasan jersey original musim 2026/2027 yang dibelinya seharga Rp1,05 juta. Ia menilai dengan harga tersebut, jersey seharusnya mendapat kemasan yang lebih eksklusif, seperti box. Baca Selengkapnya di : https://t.co/S6gkHssVmb #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Viral #Persija #Jakmania
- Aug 18, 202622x their median
Aksi bertajuk “Merebut Kemerdekaan” digelar mahasiswa dengan sejumlah tuntutan terhadap pemerintah. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN) serta mendesak penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Politik #DemoMahasiswa #MerebutKemerdekaan
- Aug 29, 202614x their median
Ketegangan kembali terjadi di area perkebunan PT SAL, Sarolangun, Jambi, pada Jumat (28/8/2026). Konflik dengan warga Suku Anak Dalam (SAD) disebut berkaitan dengan persoalan pengambilan TBS sawit. Keributan ini disebut bukan kali pertama terjadi, meski sebelumnya pemerintah daerah telah membuat kesepakatan untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Sementara itu, kabar mengenai bentrokan antara warga SAD dan personel TNI masih didalami dan belum mendapat klarifikasi resmi. #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Viral#PTSAL #Sarolangun
- Aug 27, 202614x their median
Massa aksi mulai memadati depan Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026) sejak pagi. Sebelum aksi dimulai, massa terlihat melakukan sholawat bersama, kemudian dilanjutkan dengan orasi yang salah satunya disampaikan Mas Botok bersama AMPB. Salah satu tuntutan yang disuarakan massa yakni pengesahan RUU Perampasan Aset. Di tengah berlangsungnya aksi, peserta juga melaporkan kondisi jaringan dan sinyal di sekitar lokasi mulai sulit diakses. #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Nasional #Demo27Agustus #AMPB
- Aug 30, 202613x their median
GRIB Jaya menyampaikan tujuh poin klarifikasi terkait tudingan keterlibatan dalam peristiwa pascaaksi 27 Agustus 2026. Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, menyebut kehadiran Ketua Umum Rosario de Marshall alias Hercules di lokasi untuk memantau situasi dan menjaga kondusivitas, bukan memprovokasi atau terlibat benturan. GRIB Jaya juga menegaskan tidak pernah menginstruksikan anggotanya mengikuti demonstrasi. Terkait seruan “pulang-pulang”, GRIB Jaya menyebutnya sebagai imbauan agar massa meninggalkan lokasi secara tertib demi mencegah gesekan. Mereka meminta publik tidak menarik kesimpulan hanya dari potongan video atau keberadaan seseorang di lokasi. “Video adalah bagian dari informasi yang harus diverifikasi, bukan vonis,” tegas Wilson. GRIB Jaya menekankan hak menyampaikan aspirasi harus dibedakan dari tindakan kriminal seperti kekerasan, vandalisme, dan perusakan. Menurut mereka, dugaan keterlibatan harus dinilai berdasarkan fakta, kronologi, saksi, dan alat bukti, bukan framing di media sosial. GRIB Jaya menegaskan komitmennya menjaga keamanan Jakarta. Mereka meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan dugaan tindak pidana kepada aparat untuk diproses secara profesional, dengan tetap memberi ruang bagi pihak yang dituduh untuk menjelaskan fakta serta menggunakan hak pembelaan hukum. Baca Selengkapnya di : https://t.co/Hk5KA1g4A7 #BacaBeritadiVIVA #VIVANewsToday #GRIBJaya
- Aug 27, 202612x their median
Ketua DPR RI Puan Maharani menjelaskan alasan dirinya tidak menemui massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) saat aksi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Puan menyebut pimpinan DPR memiliki pembagian tugas, dan saat itu dirinya bersama Wakil Ketua DPR Sari Yuliati tengah memimpin rapat paripurna. “Ya memang kami membagi tugasnya karena kan saya sama Bu Sari tadi mimpin paripurna, sebelumnya Pak Dasco mimpin paripurna, saya tadi ada pertemuan dulu,” ujar Puan. Puan menegaskan, pimpinan DPR yang terdiri dari satu ketua dan empat wakil ketua memang memiliki tugas masing-masing untuk menjalankan agenda kedewanan sekaligus menerima aspirasi masyarakat. Pembagian tugas tersebut, menurutnya, dilakukan agar seluruh agenda dapat tetap berjalan. Sementara itu, aktivis AMPB Supriyono alias Botok mengaku kecewa karena Puan tidak menemui mereka secara langsung. Ia juga menyoroti ketidakhadiran Puan dalam rapat paripurna saat proses RUU Perampasan Aset disampaikan. Dalam audiensi, Botok dan rekan-rekannya kemudian diterima Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Cucun Ahmad Syamsurijal, dan Saan Mustopa. Baca Selengkapnya Disini: https://t.co/zqJ6f03ann #BacaBeritadiVIVA #VIVANews_Nasional #VIVAFlash #PuanMaharani #AMPB
- Aug 17, 202611x their median
Kelompok yang disebut OPM mengancam akan menembak warga yang mengikuti upacara HUT ke-81 RI pada 17 Agustus 2026 di Papua. Dalam ancaman yang beredar, mereka menyebut tidak memperbolehkan siapa pun mengikuti upacara, termasuk pegawai maupun pelajar. Ancaman tersebut disampaikan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia. Baca Selengkapnya di https://t.co/DrWICypjYP #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Nasional #VIVANews_Hukum #OPM
- Aug 22, 202611x their median
Seorang bocah laki laki berusia 8 tahun bernama Alvino Purba diduga menjadi korban kekerasan fisik berulang oleh pengasuhnya di kawasan Jalan Merdeka, belakang Gedung Nasional, Sidikalang. Berdasarkan keterangan warga dan saksi di sekitar lokasi, perlakuan kasar tersebut diduga telah terjadi beberapa kali. Dalam keterangannya, Alvino mengaku, “Aku disiksa di sini.” Ibu korban disebut telah menitipkan Alvino kepada pengasuh tersebut, sementara keberadaannya hingga kini belum diketahui. Kasus ini masih berupa dugaan dan perlu penanganan serta penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Kriminal #Sidikalang #PerlindunganAnak
- Aug 22, 202611x their median
Video dugaan intimidasi oleh oknum debt collector BFI terhadap pengemudi viral di media sosial. Pemilik akun @nurmaniyahefdy mengklaim oknum tersebut masuk paksa ke mobil hingga diduga memiting leher pengemudi saat kendaraan masih berjalan. Ia menyebut kejadian ini terjadi meski sebelumnya telah ada kesepakatan dengan pihak BFI. #BacaBeritadiVIVA #VIVAFlash #VIVANews_Kriminal #DebtCollector #BFI
- Aug 26, 20269.9x their median
Seorang WNI dengan akun @kioyyx_ mengaku berupaya melaporkan dugaan perdagangan manusia yang terjadi di Jeju, Korea Selatan. Dalam unggahannya, ia menyebut dugaan tersebut melibatkan WNI sebagai pihak yang merekrut atau mengirim pekerja, sementara para korbannya juga disebut sebagai pekerja migran Indonesia. Menurut keterangannya, ia sudah melapor ke kantor imigrasi dan urusan orang asing di Jeju, tetapi mengklaim belum mendapat tindak lanjut setelah sekitar satu bulan. Ia juga mengaku telah menghubungi Kedutaan Besar RI di Korea Selatan dan mendapat penjelasan bahwa kasus pidana perlu dilaporkan langsung oleh korban. Persoalannya, para korban yang disebut berada dalam status imigrasi ilegal diduga takut untuk melapor. Dalam unggahan tersebut, pekerja disebut dijanjikan bayaran hingga 7 juta won atau sekitar Rp89 juta. Pengunggah juga mengklaim memiliki bukti terkait dugaan tindakan ilegal tersebut. Salah satu warga Korea Selatan melalui media sosial turut menyarankan agar dugaan tersebut dilaporkan ke kedutaan masing-masing jika jumlah korbannya memang banyak. Namun, hingga kini informasi mengenai dugaan perdagangan manusia tersebut masih berasal dari unggahan media sosial dan belum terkonfirmasi sebagai kasus yang telah dibuktikan oleh aparat penegak hukum. Baca Selengkapnya di https://t.co/DrWICypjYP #BacaBeritadiVIVA #VIVANews_Dunia #Jeju #WNI #PerdaganganManusia
Ranked by total interactions across everything we have tracked for this account, which is a longer history than the 30-day window the rates above use. The multiple compares each post to this account's own median.
Recurring topics
The most frequent hashtags in the sampled posts. They describe what this account writes about; they are not a performance signal, and the catalog-wide breakdown on the hub shows how little hashtag count moves.
Buy or sell X accounts - escrow-protected
PlayerSells is an escrow marketplace for X accounts. Every deal is protected, with no middleman risk.
Reading these numbers
A typical post picks up 10 interactions against 4.4M followers, an engagement rate of 0%. Measured over 284 original posts, its engagement rate beats 6% of 3,829 tracked accounts of a similar size. That is a reason to look at how the audience behaves - reply depth, saves, whether the followers are recent - rather than a conclusion about it on its own. Posts are seen about 5.0K times each, and 0.209% of those impressions turn into an interaction. That is about 0.115% of the follower count, which is the gap between an audience on paper and an audience in a timeline. Posting runs at about 9.5 posts a day over the last 30 days, with activity on roughly 57% of days. Most posts go out around 08:00 UTC, and Monday is the busiest day of the week. Of the 284 posts sampled, 100% carry an image or video and 84% link out. The account's strongest tracked post pulled 446 interactions, about 45x its own typical post. Recurring topics include #bacaberitadiviva, #vivaflash, #vivanews_viral.
- What is VivaCoid's engagement rate on X?
- VivaCoid (@VIVAcoid) has an engagement rate of 0%, based on the median interactions across 284 original posts from the last 30 days against 4,388,542 followers. Replies, reposts and quote-posts of other people are excluded from that sample.
- Is that a good engagement rate?
- At under 0.001%, VivaCoid sits below the 10th percentile of the 37,071 accounts in this comparison. Those comparison accounts are all large ones, because our scanning cadence is weighted towards big accounts, so this is a ranking among peers of similar scale rather than a ranking across X.
- Does @VIVAcoid have real engagement?
- Its engagement rate beats 6% of the tracked X accounts closest to it in follower count (3,829 accounts), which puts it in the bottom 10% for its size group. Ranking inside a size band matters because engagement rate falls as accounts grow, so a raw rate would mostly re-measure the follower count. It is a starting point for a look at follower quality, not a verdict on it.
- When does @VIVAcoid post?
- Most posts go out around 08:00 UTC, and Monday is its busiest day, at roughly 9.47 posts per day across the measured window.